Melalui FORIS, Wali Kota Ternate Langsung Temui Warga

0

TERNATE, OT – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Bappelitbangda menggagas kegiatan bertajuk Fokus Rembuk Ide Bersama atau disingkat FORIS.

Selain tagline Fokus Rembuk Ide Bersama, FORIS juga diterjemahkan dalam bahasa daerah (Ternate) “Tego Serasa Semakugasa,” yang artinya Duduk Berdiskusi dan Mencari Solusi Bersama.

Dengan konsep ini, Bappelitbangda sebagai motor akan mendorong kearifan lokal dengan melibatkan secara langsung masyarakat setempat.

Rencananya, FORIS akan dijadwalkan secara rutin per bulan pada setiap Kecamatan untuk menggali isu strategis atau kebutuhan masyarakat yang membutuhkan campur tangan pemerintah.

Kegiatan FORIS diawali dari Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate pada Kamis (1/9/2022) kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di tepi pantai Rua itu, dihadiri langsung Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman didampingi Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly, Camat Pulau Ternate, Lurah serta masyarakat Kelurahan Rua.

.

Kepada indotimur.com Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan, FORIS merupakan satu instrumen di luar kegiatan formal pemerintah untuk menjaring berbagai aspirasi masyarakat secara langsung di wilayah masing-masing. 

“Dalam kegiatan ini, pak Wali Kota yang turun langsung bertatap muka dengan masyarakat atau warga di setiap Kelurahan untuk menjaring berbagai program atau kegiatan urgen yang tidak termuat pada saat Musrembang Kelurahan dilakukan,” kata Rizal disela-sela kegiatan.

Dia menjelaskan, konsep FORIS jauh berbeda dengan Musrenbang, sebab pelaksanaan Musrenbang dilakukan setiap tahun secara berjenjang dari kelurahan hingga Kota, namun dalam FORIS, Wali Kota yang turun langsung mendengar aspirasi masyarakat.

Karena Forest ini salah satu bagian konsep yang dibangun Bappelitbangda, yang mana bisa berdiskusi di teras, pantai dan tempat yang terbuka secara langsung. “Untuk penyelesaiannya dari Wali kota melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD),” ungkapnya.

“Dengan FORIS, harapannya, kita bisa mendapatkan kekuatan isu dari masyarakat, contohnya di Kelurahan Rua, ada beberapa hal atau harapan dari masyarakat terkait dengan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) selama ini, dan itu Wali Kota secara langsung mensupport kegiatan Pelabuhan Pendaratan Ikan di Kelurahan Rua harus dilakukan kembali,” ungkapnya.

Soal aspirasi warga Rua yang berkeinginan PPI diaktifkan, sambung Rizal, Wali Kota langsung meminta Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, untuk menindak lanjuti aspirasi warga Rua.

“Ini penting, dari aspek perencanaan untuk memunculkan simpul ekonomi baru itu pasti membutuhkan strategi dan proses, sementara di Rua itu sudah berjalan secara alami. Sehingga pemerintah bagaimana melakukan konsep untuk membangun Kelurahan Rua dan Kelurahan sekitarnya untuk mamaksimalkan potensi perikanan yang sudah dimiliki saat ini,” paparnya.

Rizal juga berharap, dengan adanya kegiatan ini bisa menjawab apa yang menjadi harapan masyarakat dalam mewujudkan Ternate Andalan.

Sumber: IndoTimur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *